Best Toys for Baby…

        Jika anda ingin membelikan mainan untuk Si Kecil, pastikan mainan itu bukan sekedar mainan “biasa” melainkan harus yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangannya..

Inilah kriteria yang perlu Anda pertimbangkan..

1. Menarik di mata anak

2. Aman

3. Warna Mencolok

4. Multi-Sensory

5. Sesuai usia

6. Ada keragaman

 

Jenis Mainan Berdasarkan Usia

1. 0 – 3 Bulan

pilih mainan yang bisa diletakkan di tempat tidur bayi, mudah dipindah-pindah dan berwarna cerah. Misalnya, lingkaran plastik berukuran besar, kotak musik yang bisa di pegang dengan tangan mungilnya, mainan kecil dalam berbagai ukuran dan tekstur, mainan yang mengeluarkan bunyi jika di goyang2kan.

2. 4 – 6 bulan

selain mainan yang bisa di goyang-goyang,bisa dibawa mandi, dan yang berbunyi jika digoyang-goyang atau diremas, anda dapat memberikan mainan kubus atau kotak dari kayu, balok yang mengeluarkan bunyi-bunyian, mainan yang aman digigit.

3. 7 – 9 bulan

mainan yang bisa diapungkan di dalam air, cincin yang bisa disusun pada tiang, bola berbagai ukuran, kotak atau wadah kosong,balok susun, drum dan pemukulnya.

4. 10 – 12 bulan

papan bongkar pasang terbuat dari kayu, buku cerita bergambar, mainan dorong tarik, krayon besar dan kertas, serta mainan yang mengeluarkan bunyi ketika di tiup angin.

Cerebral Palsy

Cerebral Palsy atau CP merupakan gangguan kemampuan fisik yang paling sering dijumpai pada anak (terutama di bawah usia 5 tahun). CP terjadi sekitar 1,5-2,5 anak per 1000 kelahiran hidup.

Istilah CP merujuk pada pergerakkan tidak normal atau postur tubuh yang tidak normal akibat gangguan perkembangan otak. Gangguan tersebut dapat terjadi saat kehamilan ibu, saat proses kelahiran, atau setelah dilahirkan. Pada CP gangguan tersebut tidak bersifat progresif (semakin memburuk) namun cenderung menetap seiring pertambahan usia anak.

Continue reading

Toilet Training

 

More fun with Dressing Activity :)

Nilai Apgar dan Refleks-Refleks Bayi

Apgar adalah : satu sistem penilaian yang dilakukan pada menit pertama dan menit kelima setelah kelahiran.

Hal-hal yang perlu di ukur dalam penilaian Apgar :

1. warna : kulit yang berwarna merah muda menunjukan bahwa sirkulasi darah bayi berjalan baik

2. detak jantung : menunjukkan kekuatan dan keteraturan dari denyutan jantung

3. refleks : menunjukkan kemampuan ataupun kepekaan bayi dalam merespon rangsang  (biasanya dilihat saat membersihkan air ketuban yang ada dimulutnya, bayi akan merespon)

4. aktifitas : menunjukkan bahwa si kecil sehat karena adanya aktifitas otot ( kaki dan tangan bergerak dan bayi menangis kuat )

5. respirasi : bernapas, ini menunjukkan kesehatan paru-paru

Cara penilaian :

setiap kondisi diatas diukur dan masing-masing mendapatkan nilai antara 0-2. jika nilai apgar bayi diatas 7, berarti bayi tersebut memiliki kondisi fisik yang cukup baik. jika nilainya 5-7, kemungkinan sikecil mengalami masalah saat dilahirkan yang mengakibatkan ia kekurangan oksigen didalam darahnya dan memerlukan observasi selama beberapa jam setelah kelahiran. jika nilainya dibawah 4, sikecil membutuhkan pertolongan segera.

nilai apgar 

Nilai

0

1

2

Warna  

 

Detak jantung

 

 

Reflek

 

Aktivitas

 

 

Respirasi

 

 

 

Biru atau pucat

 

 

Tidak ada detak jantung

 

Tidak ada reflex

 

 

Terlihat loyo/lemas

 

Tidak ada nafas

Tubuh merah muda,tetapi tangan dan kaki biru

 

Kurang dari 100 detak permenit

 

Meringis

 

 

Kelenturan ditangan dan kaki

 

Pelan, tidak teratur, tangisan sangat pelan

Seluruh tubuh berwarna merah muda

 

Lebih dari 100 detak per menit

 

Meringisdisertai batuk/bersin

 

Aktif bergerak

 

 

Pernapasan baik, menangis kencang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

refleks-refleks bayi :
1. refleks rooting : refleks ini mendorong sikecil menemukan payudara ibu untuk menyusu. cobalah sentuh pipinya dengan telunjuk anda, ia akan segera menengok kearah telunjuk sambil membuka mulutnya seperti hendak menyusu. jika bibir bawah tengah disentuh,ia pun akan membuka mulutnya. refleks ini dimiliki bayi saat lahir dan menghilang saat usia 4bulan

2. refleks sucking : saat bayi disodorkan jari atau puting susu ibu, maka ia akan mulai menghisapnya. refleks menghisap adalah contoh refleks yang muncul saat lahir dan kemudian menghilang seiring dengan meningkatnya usia bayi.

3. refleks moro : ini adalah respon tiba-tiba pada bayi baru lahir yang terjadi akibat suara atau gerakan yang mengejutkan.ketika dikagetkan, bayi melengkungkan punggungnya, melemparkan kepalanya kebelakang, dan merentangkan tangan dan kakinya. refleks ini merupakan upaya untuk mempertahankan diri pada bayi baru lahir dan biasanya menghilang pada usia 2-3bulan.

4. refleks babinski : jila telapak kakinya disentuh, bayi akan menarik kakinya atau jemari-jemarinya mengembang. refleks ini berlanjut hingga bayi berusia 8 bulan dan menghilang setelah mencapai 9-12 bulan.

5. refleks palmar grasp : refleks genggam ini timbul jika kita menyentuh jari ataupun telapak tangan bayi. jari-jarinya akan menggenggam sangat kuat. refleks ini menghilang saat sikecil mencapai usia 5-6 bulan. pemakaian sarung tangan yang berlanjut setelah bayi berusia 2-3 bulan kurang dianjurkan karena berkaitan dengan refleks ini, setelah refleks menggenggam menghilang,tangan bayi mulai akan berfungsi meraih sesuatu.

6. refleks tonic neck : ini adalah refleks mempertahankan posisi leher atau kepala yang timbul bila bayi di terlentangkan. kepala bayi akan berpaling kesalah satu sisi, sementara ia tetap terlentang. lengan pada sisi kepalanya menoleh akan terlentang lurus keluar, sedangkan tangan lain dilipat atau ditekuk. refleks ini terlihat sangat nyata pada usia 2-3bulandan menghilang sekitar usia 4 bulan.

7. refleks stepping : refleks melangkah ini akan terlihat saat memegang bayi pada posisi berdiri dan seolah-olah menjejakkan kakinya diatas sebuah bidang. bayi akan mengangkat kakinya secara bergantian seolah-olah berjalan. refleks ini berkurang setelah 1 minggu dan menghilang setelah 2 bulan.

TIPS MENGASUH ANAK (I)

  1. Bersikaplah tegas bila itu memang Anda anggap perlu untuk si anak
  2. Tujuan pendisiplinan anak adalah kerja sama, bukan control atau pengendalian
  3. Pendisiplinan harus memberikan anak pengalaman untuk belajar
  4. Tegas tapi POSITIF

Sasana-BIC team

Apakah Alergi Pada Saluran Pernapasan Itu??

Alergi pada saluran pernapasan adalah suatu reaksi alergi yang terjadi pada seseorang dan mengenai bagian pada saluran pernapasannya. bagian-bagian dari saluran pernapasan itu adalah:

Continue reading

TERAPI WICARA PADA ANAK

PENGERTIAN TERAPI WICARA

Terapi wicara adalah suatu bentuk pelayanan terapi yang diberikan kepada seseorang yang mengalami gangguan komunikasi verbal.

Indikasi Adanya Permasalahan pada Fondasi Keterampilan Oral Motor:

  • Keluarnya air liur berlebihan
  • Pengucapan yang tidak jelas
  • Makanan pilihan yang terbatas
  • Kebiasaan makan yang berantakan
  • Kondisi mulut yang selalu terbuka

Permainan Sesuai Usia Anak (1-3 tahun)

Saat perkembangan anak sudah cukup mature/matang dalam area motorik kasarnya, yakni berjalan, proses optimalisasi tidaklah cukup sampai disitu. Masih banyak area perkembangan anak lainnya yang harus dioptimalkan, seperti area kognisi/kecerdasan, area motorik halus/keterampilan tangan, area bicara/komunikasi, sampai kemandirian dalam aktivitas keseharian anak.

Anak memerlukan assistance/bantuan dari lingkungan sekitar untuk dapat tumbuh secara optimal, antara lain dengan pemberian media untuk merangsang perkembangan area-area tadi. Dan media yang paling sesuai dengan anak adalah mainan/toys. Jadi sebagai Parents, bijak-bijaklah dalam memilih mainan/toys untuk si kecil. Pilihlah mainan yang memang benar-benar mensupport tumbuh kembangnya. Berikut ada beberapa contoh permainan yang bisa mendukung tumbuh kembang si kecil setelah anak mampu berjalan atau kira-kira usia 1 tahun.

Usia 1-2 tahun

Pada usia ini, perkembangan anak lebih diarahkan pada perkembangan kognisi/kecerdasan, komunikasi/bicara, dan motorik halus/keterampilan tangan.

Sebagai input kognisi/kecerdasan, Moms bisa memberikan permainan flash card (bagian tubuh, benda sekitar yang umum, binatang, buah-buhan, bentuk-bentuk dasar segitiga ,persegi, dll ) untuk menambah kosakata anak. Selain menambah kosakata tentunya sekaligus melatih bicara anak. Sering-seringlah mengajak anak berkomunikasi dua arah yang benar, seperti memberi salam, menyampaikan “terima kasih”, dan meminta “tolong”.

Puzzle angka yang simple juga sudah mulai bisa diperkenalkan ke anak. Mulai aktivitas berhitung secara verbal sampai anak dapat identifikasi bentuk dari sebuah angka.

Untuk memperkenalkan warna dimulai dengan aktivitas menyamakan warna, bisa menggunakan media permainan bola-bola, cones, blocks, puzzle,dll.

Continue reading

Permainan sesuai Usia Anak ..

Moms, ternyata benar lho, bermain dapat merangsang perkembangan otak anak… Berbagai jenis permainan bisa Moms pilih secara selektif untuk membantu perkembangan otak anak sesuai usianya.

1. Usia 0-3 bulan

Pada usia ini, indera yang paling berfungsi adalah perasa/pengecap dari lidah dan auditory atau pendengaran, sedangkan untuk visual jarak penglihatan anak masih pendek sekitar 30 cm.  Jadi mainan yang bisa diberikan ke anak dengan mengandalkan kemampuan indera yang sudah optimal tadi, seperti teether dan mainan bunyi-bunyian (tapi tidak terlalu nyaring ya moms..). Untuk mainan bunyi-bunyian tadi coba dekatkan dengan mata anak ya Moms atau dalam jarak pandangnya, sebab hal ini juga mampu menstimulasi organ visualnya.

Continue reading

ASI dan Wanita Bekerja, sounds GREAT moms…!

Bekerja bukanlah alasan untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif. 

Beberapa langkah yang perlu disiapkan sebelum Ibu kembali bekerja :

ü  Siapkan ASI perah sekurang-kurangnya 2 hari sebelum mulai bekerja ( meninggalkan bayi )

ü  Perahlah ASI setiap 3 jam ( perlu diperhatikan bahwa makin sering ASI dikeluarkan, maka produksi ASI akan semakin melimpah )

ü  Jangan diberikan dot ( empeng ) pada bayi

ü  Berikan ASI perah dengan sendok/cangkir oleh pengasuh bayi yang terampil

ü  Susuilah bayi Anda selama bayi bersama Ibu ( termasuk pada malam hari )

ü  Perbanyaklah minum bila haus sebelum dan sesudah menyusui atau memerah ASI

Continue reading

Toilet Training Tips (Berkemih)

Beberapa langkah dalam Toilet training (berkemih):

1.Orang tua/pendidik mengetahui/sudah hafal jam anak berkemih (beberapa saat setelah minum dan atau beraktivitas/ diingatkan setiap 2-3 jam sekali untuk ke toilet) dan sebelum tidur

2.Kenalkan anak komponen toillet (kamar mandi/wc) dan pakaian(celana) dan cara pemakaiannya

3. Kenalkan anak organ vital berkemih/tempat mengeluarkan air seni/vesica urinaria

4. Kenalkan dan ajarkan anak ekspresi berkemih, untuk non verbal bisa dengan menunjuk kamar mandi/ mengarah ke organ vital berkemih, untuk verbal tentunya dengan ucapan keinginan berkemih “Mau pipis” atau mampu menandakan diapers basah.

5. Setelah hal diatas terpenuhi, ajarkan proses berkemih sampai dengan cara membersihkan, tentunya pada awal-awal latihan orang tua dulu yang melakukan keseluruhan aktivitas, lalu baru dilakukan anak sendiri tapi masih dengan bantuan dan supervisi.

6. Hal ini bisa dilakukan sedini mungkin, bisa setelah anak mampu berjalan atau sekitar usia 1 – 1,5 tahun.


Yang menjadi prinsip keberhasilan dalam Toilet Training adalah kesabaran dalam pengulangan training ini, karena setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda-beda.
_Team Tumbuh Kembang Sasana Husada-Bunda International Clinic_

Sekilas Mengenai Sensory Integrasi

Belakangan ini kita sering mendengar jenis terapi atau pelatihan dengan metode Sensory Integrasi. Sensory Integrasi sebenarnya merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh seorang anak untuk dapat menyerap segala bentuk informasi baik pembelajaran motorik, kognitif, maupun sosial.  Seorang anak untuk dapat eksis dan berkembang optimal dalam kehidupan sehari-hari memerlukan kematangan dalam hal perkembangan motorik, kognitif, sosial, dsb tadi.

Apa sebenarnya definisi Sensory Integrasi itu?

Sensory Integrasi adalah proses neurologikal (sistem saraf pusat/otak) yang mengorganisasikan sensori yang berasal dari tubuh seseorang dan dari lingkungannya, yang memungkinkan tubuh secara efektif  dalam lingkungan.

Panca indra yang seseorang miliki, memberi informasi tentang kondisi fisik tubuhnya dan lingkungan sekitarnya. Sensasi tersebut mengalir ke otak seperti aliran air laut mengalir ke sungai. Informasi yang diterima berasal dari 7 area di tubuh atau disebut juga modalitas sensoris, yaitu:

1.  Visual (mata)

2. Auditory (Telinga)

3. Taktil/sentuhan (Kulit)

4. Vestibular / Keseimbagan (Perpaduan antara otak, penglihatan dan kekuatan otot)

5. Proprioceptif  (Posisi tubuh dan kesadaran gerakan tubuh pada oto, sendi, dan tendon)

6. Pengecapan (Lidah)

7. Penciuman (Hidung)

Pengintegrasian sensoris sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, dan bahkan tanpa sadar, setiap hari diri kita melakukan pengintegrasian sensoris tersebut. Namun, banyak orang tidak mengetahui bagaimana pengintegrasian sensoris yang benar, apalagi untuk menstimuli anaknya, dimana anak-anak sangat memerlukan bantuan dalam pengintegrasian sensoris ini.

Bila proses pengintegrasian tersebut tidak berhasil dilakukan dengan baik oleh seorang anak, maka akan berakibat pada aktivitas sehari-harinya, dan bila tidak dilakukan penanganan secara dini maka anak bisa frustrasi atau stress anak. Sebagai contoh, anak yang sering jatuh karena pengintegrasian vestibular/keseimbangnnya kurang bagus, sehingga anak cenderung menolak/ragu-ragu/tidak percaya diri saat beraktivitas yang berada di tempat ketinggian dan bisa menyebabkan anak tersebut menangis/menjerit.

Pada kondisi anak yang sudah high functional untuk kondisi Sensory Integrasinya , terapi lebih ke arah penyelarasan antara fungsi otak belahan kanan dan kiri.

Apa tujuan terapi dengan metode Sensory Integrasi?

Dalam program Sensori Integrasi, setiap anak mempunyai target antara lain:

a. Meningkatkan kesiagaan dari tubuhnya (body awareness)

b. Mengurangi tingkah laku yang bertentangan dengan kondisi normal

c. Meningkatkan kewaspadaan dan interaksi dengan lingkungannya

d. Meningkatkan kewaspadaan dan interaksi dengan perubahan lingkungan

e. Meningkatkan koordinasi mata-tangan

f.  Memperbaiki keterampilan interaksi dengan teman-temannya

g. Membantu perkembangan bicara dan komunikasi

h. Memperbaiki respon dan perkembangan anak lewat penglihatan, penciuman, dan keterampilan meraba

i. Meningkatkan kemampuan persepsi anak

j. Memberikan stimulasi secara pasif dan memfasilitasi perasaan, serta mencari jalan untuk melakukan / menghasilkan ekspresi yang sesuai

k. Membantu mengurangi ketegangan/kegelisahan pada anak, serta mempersiapkan mental anak

l. Meningkatkan keterampilan anak seperti berpakaian, menulis, dll

m. Meningkatkan motivasi anak

Referensi:

Ayres. A. J.(1989).  Sensory Integration and Practice Test. Los Angeles: Western Psychological Services.

Anderson. J. M.  (1998).Sensory Motor Issues in Autism. Texas: Therapy Skill Builders.

Kimbal. J. G. (1999). Sensory Integration Frame of Reference. Philadelphia: Lipincot Williams&Wilkins.

 

 

Screening Kemampuan Bahasa pada Anak

SCREENING KEMAMPUAN BAHASA

UMUR KEMAMPUAN
1        Bulan 

2        bulan

3 – 4 bulan

5-6 bulan

6-9 bulan

8    bulan

9-12 bulan

15 bulan

18 bulan

2 tahun

3 tahun

4-5 tahun

5 tahun

Babling 

Mencari sumber suara

Menengok mencari sumber suara

Sensitive terhadap intonasi dan musik

Mendengar dengan seksama

Menguasai suku kata, ex : “da-da-da”

Memahami kata

Menguasai 2-6 kata

Menguasai 20 huruf

Dapat berinteraksi dengan pengasuh

Dapat bertanya ( ask : apa, siapa, dimana)

Mampu bercerita

Berbicara lancar

 

Perkembangan Aktivitas Sehari-hari (Daily Living)

USIA MILESTONE ASSESSMENT
12 Bulan Makan dengan tangan  
18 Bulan Mulai minum dengan cangkir  
  Makan di meja (masih belum maksimal)  
  Melepas kaos kaki  
  Menunjukkan kondisi celana basah/isi  
  Mampu memberitahu bila merasakan ingin BAB/BAK  
24 Bulan Minum dengan sedotan  
  Makan sendiri menggunakan sendok (masih sedikit tercecer)  
  Mulai menggunakan garpu  
  Menuang air dari wadah kecil  
  Melepas kaos, baju, celana pendek  
  Memakai dan melepas kaos kaki  
  Memakai dan melepas reseleting  
  Mulai membiasakan ke toilet pada waktu tertentu  
  Mulai control BAB/BAK  
  Bisa ke toilet sendiri  
  Mencuci tangan sendiri dan mengeringkannya  
36 Bulan Tahu etika cara makan  
  Mencoba memakai sepatu sendiri  
  Mengancingkan baju  
  Control BAB/BAK pada malam hari  
  Membersihkan sendiri setelah BAB/BAK dengan tissue/air  
  Menggosok gigi dengan bantuan  
48 Bulan Mampu menyiapkan makanannya sendiri  
  Memakai kaos, baju, celana pendek  
  Memakai sepatu dengan benar dan menalikannya  
  Mulai aktivitas toileting secara mandiri  
60 Bulan Mampu membuat makanan rinfan (sereal) sendiri  
  Memotong makanan dengan pisau  
  Gosok gigi dan mandi mandiri  
  Mampu menyisir sendiri  
  Mampu menggunakan pisau dan garpu  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perkembangan Kemampuan Kognisi (Berpikir, persepsi,dll)

USIA MILESTONE ASSESSMENT
18 Bulan Menunjukkan 4 bagian tubuh (mulut,mata,hidung,kaki)
Mengikuti 1 perintah sederhana
Berbicara dalam kalimat 2 kata
24 Bulan Menunjukkan ukuran besar/kecil
Berhitung sampai 10
Menghitung 2 buah benda
Mengimitasi desain blok simpel
Menyamakan 5 warna
Menamai/label 5 warna
Menamai 4 bagian tubuh (mulut,mata,hidung,kaki)
Menggambar 2-5 bagian tubuh (kepala,mata,mulut,anggota badan)
Menamai bentuk segitiga,kotak,dll
Berbicara dalam kalimat 3 kata
36 Bulan Menamai 12 bagian tubuh 

(mulut, mata,hidung,kaki,rambut,tangan,telinga,gigi,jari-jari)

Menyamakan 4 jenis warna
Menunjukkan yang lebih panjang/pendek
Berhitung sampai 20
Menghitung 3 buah benda
Bermain puzzle (5pieces)
Mengerti waktu (siang-malam)
48 Bulan Menamai 22 bagian tubuh (dagu,kuku,tumit,leher)
Menyamakan 11 jenis warna
Berhitung sampai 30
Menghitung 6 buah benda
Menunjukkan tekstur kasar dan halus
Melengkapi puzzle (6bagian)
Mengerti waktu (pagi-siang-sore-malam)
Mengerti pesan singkat
60 Bulan Mengimitasi desain blok lebih spesifik
Melengkapi puzzle (12bagian)
Menamai 25 bagian tubuh (siku, pergelangan kaki, bahu)
Menggambar 9-12 bagian tubuh
Story telling dengan gambar
72 Bulan Mengitung dan menamai 20 benda
Mengerti konsep matematika (tambah,kurang)
Mampu aktivitas dikte
Story telling tanpa gambar

Perkembangan Motorik Halus (Fine Motor)

 

USIA MILESTONE ASSESSMENT
12 Bulan Memindahkan 1 kubus/balok kecil
18 Bulan Menyusun bangunan dari 3-4  kubus
24 Bulan Bermain play dough (belum membuat objek spesifik)
30 Bulan Mulai Melipat kertas
36 Bulan Menyusun bangunan dari 10 kubus
  Mengaduk air dengan sendok
  Memasang pegboard (6pegs)
  Menggunting kertas
  Melipat kertas secara horizontal dan vertical
42 Bulan Menggulung play dough
  Membuat bola dari play dough
48 Bulan Pola jepit/pinch jempol dengan ke empat jari lainnya
  Melipat kertas vertical,horizontal,dan diagonal
  Memasang puzzle (3 pieces)
  Menggunting kertas pola garis
54 Bulan Memasang paper clip
60 Bulan Membuat objek spesifik dari play dough
  Menggunting pola kotak
  Memasang tali
72 Bulan Memotong wortel/objek lain
  Menggunting gambar spesifik
  Membuka tutup botol

 

 

 

Perkembangan Motorik Kasar

Milestone

USIA MILESTONE ASSESSMENT
0 Bulan Tonus flexor dominan, saat ditelungkupkan kepala menoleh ke salasatu sisi, reflex jalan otomatis, bila didudukkan punggung melengkung.  
1 Bulan Pada posisi telungkup bisa mengangkat kepala sebentar  
2 Bulan Pada posisi telungkup dapat mengangkat kepala 45o.  
3-4 Bulan Dari terlentang dapat telungkup sendiri, pada posisi telungkup dapat mengangkat kepala 90o, dada tertumpu pada lengan bawah, kepala terangkat bila tangan pada posisi ditarik untuk duduk.  
5-6 Bulan Dari telungkup ke terlentang sendiri, pada posisi telungkup mengangkat dada dengan kedua lengan lurus.  
6-7 Bulan Mampu didudukkan, tungkai lurus menyangga berat badan bila diberdirikan, memasukkan kaki ke mulut.  
8-9 Bulan Merayap, duduk pada posisi berbaring.  
10-11 Bulan Merangkak, duduk berputar, berdiri sebentar.  
12 Bulan Jalan Mandiri, 3 langkah  
15 Bulan Berjongkok/menunduk mengambil mainan  
18 Bulan Duduk mandiri di kursi kecil  
  Mendorong dan menarik benda besar  
  Berlari tanpa jatuh  
21 Bulan Menendang bola saat berdiri  
24 Bulan Melompat di tempat  
28 Bulan Jalan mundur  
30 Bulan Memanjat kardus/simple equipment  
36 Bulan Berdiri satu kaki, 1 detik  
  Berjalan pada satu garis lurus  
  Berjalan dengan jinjit/tiptoes  
  Menangkap bola dengan kedua siku lurus  
  Menaiki tangga  
  Menaiki sepeda roda 3  
48 Bulan Berjalan pada garis melingkar  
  Berdiri satu kaki, 5 detik  
  Melempar bola 10 feet/3 meter  
  Menangkap bola dengan kedua siku menekuk  
  Naik dan turun tangga bergantian  
  Memanjat climbing bar  
54 Bulan Bergantung di bar  
  Menangkap bola gymnastic 2 tangan  
60 Bulan Berjalan sambil menendang bola  
  Berlari jarak jauh  
72 Bulan Melompat dan memutar  
  Lempar tangkap bola dengan 1 tangan  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.