Kuning pada Bayi

Bayi kuning (jaudice) adalah keadaan bayi yang terjadi beberapa hari setelah dilahirkan yaitu kulit dan mata bayi terlihat kuning. Sebenarnya kuning pada bayi baru lahir belum tentu suatu penyakit, tetapi proses fisiologis normal yang terjadi pada bayi yang baru dilahirkan. Sekitar 50% bayi baru lahir akan mengalami kuning pada 1 minggu pertama kelahirannya. Warna kuning itu sendiri disebabkan oleh pemecahan sel darah merah (eritrosit) yang berlebihan sehingga menghasilkan bilirubin karena usia eritrosit pada bayi baru lahir lebih pendek dibandingkan orang dewasa. Hal ini menyebabkan lebih banyak pemecahan eritrosit yang sudah tua pada bayi baru lahir dan mengakibatkan peningkatan kadar bilirubin indirek (bilirubin hasil pengukuran tidak langsung) dalam darah meningkat. Bilirubin indirek inilah yang menyebabkan kulit dan mata bayi terlihat kuning.

Normalkah bila anak menderita kuning ketika baru lahir?

 Kuning pada bayi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kuning fisiologis (normal)

Kuning fisiologis adalah kuning yang dianggap masih normal terjadi pada bayi baru lahir. Sekitar 2-4 hari sejak bayi dilahirkan akan terjadi peningkatan pemecahan eritrosit sehingga menimbulkan warna kuning. Keadaan ini akan membaik dengan sendirinya.

2. Kuning Patologis (penyakit)

Kuning patologis adalah kuning yang disebabkan oleh keadaan yang tidak normal di dalam tubuh. Kadar bilirubin meningkat sangat cepat dan bertahan dalam tubuh bayi lebih lama.

Bayi mana yang memiliki resiko tinggi menjadi kuning?

Sebenarnya sebagian besar bayi yang dilahirkan akan mengalami kuning pada hari-hari pertama kelahirannya, tetapi ada beberapa keadaan yang meningkatkan risiko kuning baik yang fisiologis maupun patologis. Keadaan-keadaan tersebut adalah:

1. Bayi lahir prematur

2. Bayi lahir dengan vakum

3. Bayi mengalami trauma ketika dilahirkan

4. Bayi terkena infeksi

5. Bayi kekurangan cairan atau kekurangan kalori

Adakah komplikasi yang berbahaya dari kuning pada bayi?

Komplikasi kuning pada bayi bila berlanjut dapat menyebabkan kernikterus. Kernikterus terjadi apabila bilirubin naik tinggi (biasanya kadar bilirubin lebih dari 20 mg/dL) sampai menembus sawar otak. Cacat fisik seperti tuli dan lumpuh dapat terjadi pada keadaan seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: