Perubahan Fisik Selama Kehamilan

Bingung dengan perubahan fisik anda alami selama kehamilan?? Berikut ini merupakan beberapa perubahan pada fisik atau tubuh seorang wanita hamil, antara lain:

1. KULIT

  • Pigmentasi

Pigmentasi kulit merupakan ciri khas kehamilan, meskipun kadarnya berbeda-beda tergantung warna kulit. Pigmentasi pada wanita berambut pirang, merah atau coklat, yang kulitnya pucat mungkin tidak begitu tampak. Namun pada orang berkulit kuning terlihat lebih jelas, seluruh kulitnya menjadi lebih gelap, sedangkan areola, puting susu, perut, daerah genitalia akan berwarna coklat gelap untuk selamanya.

Pigmentasi pada puting susu dan areola serta garis berwarna gelap di bagian tengah perut (linea nigra), muncul pada sekitar minggu ke-14.  Lebar linea nigra bisa sampai 1 cm dan memanjang dari rambut kemaluan sampai pusar, bahkan ke tulang dada. Linea nigra juga mulai memudar segera setelah melahirkan, tapi baru hilang setelah beberapa bulan, atau masih bersisa berupa bayangan garis.

Semua tahi lalat, bintik-bintik, dan bekas luka baru, terutama di perut menjadi lebih gelap selama hamil. Efek ini semakin jelas di bawah sinar matahari, tetapi normal kembali setelah melahirkan.

bercak-bercak pada kulit yang tidak teratur (khloasma) kadang-kadang muncul dan mulai memudar sesaat setelah melahirkan dan hilang sama sekali dalam beberapa bulan.

  • Tekstur

kadar hormon yang tinggi menimbulkan beberapa efek pada kulit, demikian juga jumlah darah yang makin banyak. Kulit berlemak disebabkan oleh efek progesteron yang memicu pengeluaran sebum. Bintik-bintik mungkin timbul tanpa terduga, karena fluktuasi kadar hormon, tidak saja pada wajah tapi juga pada punggung. cairang yang makin banyak tertimbun akan mengisi kerutan pada wajah sehingga wajah terlihat sembab. Tapi semua ini merupakan perubahan yang normal dan akan hilang setelah melahirkan.

  • Garis-Garis Pada Kulit 

Penyebabnya yaitu karena ada robekan pada serabut kolagen. Kolagen merupakan kerangka dari kulit, jalinan serabutnya yang elastis memungkinkan kulit ikut meregang bersama gerakan atau dengan perubahan ukuran atau bentuknya.

Kemunculannya pada kehamilan disebabkan oleh tingginyakadar hormon seks dalam darah. Salah satu efek dari hormon ini  adalah menguraikan dan mengeluarkan protein dari kulit sehingga serabut kolagennya rusak dan kulit menjadi lebih tipis.

Ketika hamil, garis-garis ini terlihat di payudara, perut, paha, juga bokong. Sepanjang kehamilan warnanya tetap merah muda, tetapi setelah melahirkan akan mengerut dan warnanya menjadi memutih. Garis-garis pada wanita kulit hitam terlihat jelas karena warnanya yang kontras dengan warna kulit.

2. RAMBUT DAN KUKU

Keduanya terbuat dari zat yang sama, yaitu keratin. Berikut beberapa perubahan yang dapat terjadi pada rambut dan kuku selama kehamilan.

  • Rambut

Rambut kebanyakan wanita menjadi lebih berminyak, terutama menjelang akhir kehamilan akibat tingginya kadar progesteron dalam darah, yang merangsang kelenjar sebasea di kulit kepala. Bagi rambut kering perubahan ini mungkin menguntungkan, meski rambut menjadi lengket. Apabila rambut anda biasanya normal, perubahan ini mungkin akan menyulitkan karena rambut anda tidak dapat diatur seperti biasanya. Karena itu kehamilan bukan saat yang tepat untuk mengecat atau mengeriting rambut.

Setelah melahirkan, rambut yang seharusnya rontok, namun tidak rontok karena anda hamil, akan rontok dalam jumlah besar untuk memberi tempat kepada rambut baru. Kerontokan dapat berlangsung selama 18 bulan.

Rambut tubuh dan wajah pun ikut tumbuh sehingga jumlah dan kekuatannya bertambah. Wanita berkulit gelap, yang selama hamil pigmentasinya meningkat, mungkin mendapati rambut tubuh dan wajahnya pun semakin gelap. Pada beberapa kasus, warna rambut ini tidak kembali seperti semula.

  • Kuku

Kuku pecah dan terbelah menjadi masalah lain yang dialami ketika hamil. Kondisi ini kembali normal setelah melahirkan, meski mereka yang kukunya semula kuat dan berkilat mungkin menjadi agak rapuh setelah melahirkan.

3. GIGI DAN GUSI

Dahulu diduga bayi menyerap kalsium dari gigi ibunya sehingga wanita lebih mudah menderita karies ketika hamil. Sebetulnya itu tidak benar, karena tidak ada cara untuk mengambil kalsium dari gigi. kadar progesteron yang tinggi dapat menyebabkan tepian gusi di sekitar gigi menjadi lunak dan berlubang sehingga lebih mudah terkena infeksi.

Cara terbaik menghindarkan masalah gigi dan gusi ialah melalui makanan yang diperkaya dengan kalsium dan vitamin, serta menghindari makanan bergula yang mudah menyebabkan karies gigi.

Reference:

Stoppard, M. Kehamilan dan persalinan. 2006. Gaya favorit press: Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: