Moms, Apa anak Anda sulit membaca?

Moms, Apa pernah menjumpai anak kesulitan mengurutkan huruf alfabet A-Z, atau kesalahan/terbalik menuliskan huruf seperti b,d,p,q,c,j,s,z ataupun masalah dalam aktivitas membaca dikarenakan sulit menggabungkan huruf-huruf menjadi suku kata, kata, ataupun kalimat ?

Cek dulu ya Moms, karena anak kategori ini bukan kategori anak bodoh loh..!

Dyslexia..! Pernah dengar Moms??

Kondisi sama yang juga dialami oleh ilmuan Albert Einstein dan aktor Tom Cruise, yang tentunya jauh dari “bodoh”.

1.Diseleksia Primer

Ciri-ciri: Ada kesukaran membaca terutama dalam mengintegrasi simbol-simbol huruf atau kata-kata, disebabkan kelainan biologis dan tidak didapatkan kelainan saraf yang nyata. 10% dari anak dengan inteligensi normal menderita disleksia primer.

2.Diseleksia Sekunder

a.  Kemampuan membaca terganggu karena   dipengaruhi oleh kecemasan, depresi,   menolak membaca, kurang motivasi   belajar, gangguan penyesuaian diri atau   gangguan kepribadian.

b.  Sebenarnya dasar teknik kemampuan   membaca masih baik, tetapi kemampuan   membaca tersebut digunakan secara   kurang efektif karena dipengaruhi faktor   emosi.

c.Kadang-kadang anak dibawa ke dokter   bukan karena keluhan tak dapat membaca   tetapi karena keluhan:

•Penyesuaian diri yang buruk
•Kenakalan
•Tidak mau pergi ke sekolah
•Gangguan psikosomatik, dan sebagainya.d.  Sulit mengeja/spelling kata atau suku kata dengan benar. Bisa jadi anak dengan gangguan ini akan terbalik-balik membunyikan huruf, atau suku kata. Anak bingung menghadapi huruf yang mempunyai kemiripan bentuk, seperti d – b, u – n, m – n. Ia juga rancu membedakan huruf/fonem yang memiliki kemiripan bunyi, seperti v, f, th.e. Sering terbalik-balik dalam menuliskan atau mengucapkan kata, misalnya “batu” menjadi “tuba”

Symptom/ Gejala yang muncul berdasarkan DSM-IV TR :

A.  Pencapaian membaca, seperti yang di ukur dengan standar tentang akurasi dan pemahaman membaca yang diberikan secara individual, adalah secara substansial di bawah dari yang diharapkan menurut umur kronologis, inteligensi yang diukur dan pendidikan yang sesuai dengan umur orang tersebut.

B.  Gangguan pada kriteria A secara bermakna mengganggu pencapaian akademik atau aktivita kehidupan sehari-hari yang membutuhkan keterampilan membaca.

C.  Apabila terdapat deficit sensoris, kesulitan membaca adalah secara jelas melebihi dari yang biasanya berhubungan dengannya.

Lalu bagaimana menanganinya Moms?

Terapi dengan metode remedial membantu anak dyslexia untuk dapat membaca. Selain itu, tingkatkan kemampuan sensory anak lewat metode Sensory Integrasi (penglihatan, pendengaran, peraba, dll). Untuk anak yang diikuti gangguan konsentrasi dan perilaku menggunakan pendekatan terapi behavior.

Sumber : DSM-IV dan Team terapis Sasana-BIC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: