Nyeri Haid ?? Jangan panik Dulu..

Dismenorea atau nyeri haid merupakan gejala yang paling sering menyebabkan wanita-wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Karena gangguan ini sifatnya subyektif, berat atau intensitas sukar dinilai.

Oleh karena hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak di perut bawah sebelum dan selama haid dan sering kali rasa mual, maka istilah Dismenorea hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahat atau meninggalakan pekerjaan/rutinitas selama beberapa jam atau beberapa hari.

Dismenorea dibagi atas:

1. Dismenorea Primer

Merupakan nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat-alat genital yang nyata. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan haid serta berlangsung untuk beberapa jam, walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung beberapa hari.

Sifat rasa nyeri ialah kejang berjangkit-jangkit, biasanya terbatas pada perut bawah, tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. Bersamaan dengan nyeri dapat dijumpai rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas, dsb.

PENYEBAB Dismenorea Primer

* Faktor Kejiwaan

Pada wanita yang secara emosional tidak stabil, apalagi jika tidak mendapatkan penjelasan yang baik mengenai proses haid, mudah timbul dismenorea

* Faktor Obstruksi Kanalis Servikalis (Rusak/menyempitnya saluran leher rahim)

Pada wanita dengan posisi rahim hiperantefleksi (terlalu ke belakang) bisa menyebabkan penyempitan saluran leher rahim, namun hal ini tidak dianggap sebagai faktor yang penting penyebab dismenorea. Sebab banyak wanita tanpa kelainan posisi rahim tetap mengalami dismenorea.

* Faktor Hormon

Hormon estrogen memicu kontraksi uterus/rahim sedang hormon progesteron menghambatnya. Nyeri yang timbul biasanya bersamaan dengan kadar estrogen yang tinggi.

PENANGANAN

1. Penjelasan / Informasi mengenai menstruasi

Perlu dijelaskan kepada penderita bahwa dismenorea adalah gangguan yang tidak berbahaya untuk kesehatan. hendaknya diadakan penjelasan dan diskusi mengenai cara hidup, pekerjaan, kegiatan, dan lingkungan penderita. Saran mengenai makanan sehat, istirahat cukup, dan olahraga sangat berguna.

2. Pemberian Obat Analgesik

Jika rasa nyeri hebat, diberikan obat analgesik, istirahat, dan kompres panas pada perut bawah untuk mengurangi rasa sakit. Obat yang beredar di pasaran antara lain novalgin, ponstan, acet-aminophen, dll.

3. Dilatasi/Pelebaran Saluran Rahim

Untuk memudahkan pengeluaran darah haid dapat dilakukan pelebaran saluran leher rahim dengan terapi pemanasan atau Diathermy. Penggunaan SWD (Short Wave Diathermy) membantu pemanasan lebih bersifat profundus/deep/dalam.

Cara lain adalah dengan operasi.

4. Terapi Hormonal

Tujuan terapi hormonal adalah menekan ovulasi (pelepasan telur yang telah matang menuju saluran rahim). Biasanya dilakukan untuk menunda datangnya siklus menstruasi.

II. Dismenorea Sekunder

Disebabkan oleh kelainan ginekologik, dan diikuti dengan penyakit yang menyebabkannya. Diperlukan pemeriksaan lebih lajut untuk menegakkan diagnosa Dismenorea Sekunder.

Taken From:

Ilmu Kandungan oleh Prof. dr. Hanifa Wiknjosastro, DSOG dan Dr. Pandapotan Simanjuntak, SpOG.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: